Bisnis dalam Perspektif Part 1

rcb

Setiap memulai suatu perencanaan bisnis lazimnya selalu ada istilah study kelayakan. Bahkan ini merupakan hal yang wajib dilakukan oleh kalangan pengusaha pada umumnya. Study kelayakan dilakukan untuk mengetahui kelayakan sebuah bisnis yang akan dijalankannya, apakah akan menguntungkan atau tidak.

Dalam berbisnis memang diperlukan suatu perincian yang matang. Namun berbeda dengan Richard Branson pemilik perusahaan Virgin Group yang mempunyai prinsip “go  with your gut”. Richard Branson lebih mengutamakan gut feeling atau apa yang dirasakan menurut emosinya tentang suatu bisnis. Richars meyakini bahwa unsur fun sangat penting dalam suatu bisnis. Karena tidak ada unsur keterpaksaan ketika menjalankan bisnis dan merasa senang. Berikut pernyataan dari Richard Branson dalam terjemahan bahasa Indonesia.

“ Saya tidak pernah membutuhkan akuntan untuk memulai suatu bisnis, bisnis ini dilakukan sesuai dengan keyakinan. Libatkan emosi anda saat bekerja. Naluri dan emosi anda akan membantu pekerjaan anda. Keduanya akan mempermudah pekerjaan anda. Bagi saya, bisnis adalah tentang sebuah keyakinan, dan jika saya belum yakin akan bisnis ini maka saya akan melakukannya di lain waktu”.  

Semoga bisa mengubah paradigma kita dalam berbisnis yang tidak lazim dilakukan pada umumnya atau anti-mainstream. Dan kesimpulan saya bahwa bisnis itu fleksibel.

Sumber :  http : // emilarya . wordpress . com