Seharusnya menikmati masa pensiun tapi,

Sering kali kita melihat ada seorang kakek2 dan nenek2 yg usianya sudah lanjut masih saja bekerja keras demi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka ada yg jualan alat alat rumah tangga seperti sapu, cobek, dll. Disaat usianya sudah lanjut mereka masih saja bekerja keras, seharusnya menikmati masa tua dengan santai dan berolahraga tiap pagi di rumah. Tapi keadaan memaksa mereka untuk melakukan kerja keras demi kelangsungan hidup sehari – hari. Apa yg salah terhadap si kakek tua itu ??
Masalah yang paling mendasar daripada si kakek tersebut adalah “ekonomi”. Pertanyaan yg muncul dalam benak kita terhadap si kakek itu :
1. Kemana anak dan cucu kakek itu, kenapa mereka tega membiarkan si kakek bekerja keras memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri ?
2. Kenapa si kakek tidak mempunyai tabungan disaat usianya yg sudah tua itu ?
Dari fenomena kakek tua itu kita dapat mengambil pembelajaran untuk diri kita yg saat ini masih muda dan masih produktif, agar kelak disaat kita sudah tua tidak seperti kakek yg bekerja keras itu. Marilah kita membuat sebuah perencanaan keuangan yg baik. Mulai dengan menabung untuk masa depan atau menginvestasikan di bidang yang prospektif, seperti properti dan emas ataupun reksadana yang tepercaya. Saat usia kita menginjak 30 tahun, 20 tahun lagi kita dihadapkan dengan kebutuhan yang sangat besar, biaya pernikahan anak atau pendidikan anak kita ke jenjang perguruan tinggi, katakanlah untuk biaya pernikahan sekarang ini yg paling murah sekitar 50 juta, 20 tahun lagi mungkin bisa mencapai 200 juta. belum lagi kebutuhan dalam rumah tangga setiap bulan bahkan setiap harinya, sekitar 2- 3 juta. Bayangkan saja bila kita tidak melakukan perencanaan keuangan dengan sebaik-baiknya mulai saat ini, pasti kita tidak mau menjadi seperti kakek tadi. Skala prioritas menjadi sangat penting, harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

2 thoughts on “Seharusnya menikmati masa pensiun tapi,

Comments are closed.