Kewirausahaan dalam Muhamamadiyah

Muhammadiyah, salah satu organisasi agama Islam terbesar di Indonesia, akan turut aktif berpartisipasi dalam program kewirausahaan nasional.Hal ini termasuk dalam topik bahasan yang akan diangkat pada Rapat Kerja Nasional pada tanggal 14-16 Mei 2011. Hal ini dikatakan oleh Faozan Amar yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Majelis Ekonomi dan Kewirausahaaan PP Muhammadiyah, seperti yang dikutip dari Kompas.com (10/5/2011).
Pada rapat kerja nasional itu juga akan dibahas mengenai cetak biru program ekonomi Muhammadiyah, program pendirian usaha ritel Muhammadiyah dan pokok-pokok pikiran Muhammadiyah dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan. Kesempatan itu juga akan dimanfaatkan untuk melakukan Temu Bisnis Muhammadiyah.
Rapat nasional yang berlokasi di Universitas Muhammadiyah Surakarta itu juga akan dihadiri jajaran pimpinan pusat dan wilayah Muhammadiyah se-Indonesia, yang khususnya membidangi Ekonomi dan Kewirausahaan.

Sekilas mengenai Muhammadiyah, adalah organisasi dakwah Islam yang berdiri sejak tahun 1912, dalam salah satu anggaran rumah tangganya dalam bidang ekonomi adalah “memajukan perekonomian dan kewirausahaan ke arah perbaikan hidup yang berkualitas”.
Berdasarkan Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-44 tahun 2000 di Jakarta ditetapkan program kerja di bidang ekonomi sebagai berikut :

1.    Mewujudkan sistem Jam’iah (Jaringan Ekonomi Muhammadiyah) sebagai revitalisasi gerakan dakwah secara menyeluruh.

2.    Mengembangkan pemikiran-pemikiran dan konsep-konsep pengembangan ekonomi yang beroreantasi kerakyatan dan keislaman, seperti etos kerja, etos kewiraswastaan, etika bisnis, etika manajemen, masalah-masalah monopolieligopolikartel, keuangan dan permodalan, teori ekonomi islam, etika profesi, dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan aktual yang terjadi dalam dunia ekonomi.

3.    Melancarkan program pemberdayaan ekonomi rakyat meliputi pengembangan sumber daya manusia dalam aspek ekonomi, pembentukan dan pengembangan lembaga keungan masyarakat, pengembangan Bank Syariah, pengembangan kewiraswastaan dan usaha kecil, pengembangan koperasi dan pengembangan badan usaha milik Muhammadiyah (BUMM) yang benar-benar kongrit dan produktif.

4.    Intensifikasi pusat data ekonomi dan pengusaha Muhammadiyah yang dapat mendukung pengembangan program-program ekonomi.

5.    Menggalang kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan program-program ekonomi dan kewiraswastaan di lingkungan Muhammadiyah.

6.    Mengembangkan pelatihan-pelatihan dan pilot proyek pengembangan ekonomi kecil dan menengah baik secara sendiri maupun kerjasama dengan lembaga-lembaga luar sesuai dengan perencanaan program ekonomi dan kewiraswastaan Muhammadiyah.

7.    Mengkoordinasikan seluruh kegiatan ekonomi bisnis dan kewiraswastaan di bawah Majelis Ekonomi dan member-lakukan Majelis Ekonomi sebagai satu-satunya yang memutuskan kebijakan di bidang ekonomi

Peran aktif organisasi Islam sebesar Muhammadiyah dalam membangun masyarakat Wirausaha tentunya akan turut mendorong pertumbuhan kewirausahaan di Indonesia

Advertisements